Sweet Night by V BTS (Taehyung) OST Itaewon Class: Se-fruit Makna Lagu #1
Abis nonton Itaewon Class dan nemuin salah satu OST fav aku dinyanyiin sama salah satu soloist fav aku (well, dia boy group si, tp aku suka suara dia solo ehe).
Dari segi suara V udahlah ya, angkat tangan aku mah. Warna suaranya unik banget. Berat, husky, seksi, calming, unik dahh dengerin aje.
Dari segi musik, musiknya sooooo calming, mendukung banget suara V disini:( Nangis gak tuh:( Paduan gitar akustik, dengan beat akustik, dengan sedikit backsound string dan pecah suara backsoundnya, soooooooo calming.
Langsung sajo, let's start!
Dari segi suara V udahlah ya, angkat tangan aku mah. Warna suaranya unik banget. Berat, husky, seksi, calming, unik dahh dengerin aje.
Dari segi musik, musiknya sooooo calming, mendukung banget suara V disini:( Nangis gak tuh:( Paduan gitar akustik, dengan beat akustik, dengan sedikit backsound string dan pecah suara backsoundnya, soooooooo calming.
Langsung sajo, let's start!
On my pillow
Can't get me tired
Sharing my fragile truth
That I still hope the door is open
'Cause the window opened one time with you and me
Now my forever's falling down
Can't get me tired
Sharing my fragile truth
That I still hope the door is open
'Cause the window opened one time with you and me
Now my forever's falling down
Wondering if you'd want me now
Okeh, verse pertamanya jujur agak ambigu maknanya menurut aku...
Kalo diartiin kan kasarnya begini ye:
Di atas bantalku
Tidak bisa membuatku lelah
Membagi kebenaranku yang rapuh
Yang mana aku masih berharap pintunya terbuka
Karena jendela pernah terbuka satu kali dengan kamu dan aku
Sekarang "selamanya"ku jatuh
Tidak bisa membuatku lelah
Membagi kebenaranku yang rapuh
Yang mana aku masih berharap pintunya terbuka
Karena jendela pernah terbuka satu kali dengan kamu dan aku
Sekarang "selamanya"ku jatuh
Bertanya apakah kamu menginginkanku sekarang
"On my pillow" memberikan aku nuansa malam dan ketenangan, di atas bantal sebelum tidur. Menurut aku, ini awal yang indah banget sih, membangun nuansa yang bagus banget untuk mendukung lagu ini sampe akhir.
"Can't get me tired", aku ngebayanginnya kayak saat-saat kita mikir sebelum tidur. Selelah apapun (ya gimanapun mau tidur kan), kita nggak akan bisa lelah ketika kita memutar segala skenario hidup, mikir apa yang kita lakuin hari ini, besok, atau kemudian hari. Aku ngerasa waktu sebelum tidur punya romantisme tersendiri, karena entah kenapa aku ngerasa sebelum tidur kita jadi lebih terbuka, baik hati maupun pikiran.
Pernah nggak sih kalian nginep di rumah temen atau tidur bareng keluarga kalian? Pasti ada aja obrolan sebelum tidur yang suka ngawur tapi keluar aja, jadi obrolan diskusi, intropeksi diri, saling mengkritisi.. hal-hal yang nggak akan kita temui ketika ngobrol "normal" di siang hari. Sama orang lain aja bisa seterbuka itu, apalagi kalo mikir sendirian. Itu pikiran udah muterin flashback kehidupan atau membuat skenario A sampe Z untuk hidup ke depannya wkwk.
"Sharing my fragile truth" HMMM mungkin makna kata sharing disini bukan kepada orang lain, tapi kepada dirinya sendiri. Saat dimana kita akhirnya "mengakui" sebuah keadaan atau sebuah perasaan yang selama ini kita nggak sadar dan kita nggak ketahui. Jadi makna kebenaran yang rapuh disini aku artiin sebagai suatu kebenaran yang kita aja masih ragu apakah itu benar atau nggak. Kebenaran menurut dia itu bahkan belum sampai pada tahap menjadi "kebenaran sesungguhnya". Kebenarannya masih rapuh, apakah memang benar atau nggak, si "aku" masih belum tahu.
"That I still hope the door is open, ’cause the window opened one time with you and me".
"Aku" kayak membandingkan pintu dengan jendela, yang jelas kita tahu kalo pintu jelas lebih lebar dari jendela. Makna pintu juga sebagai media untuk masuk dan keluar, sementara jendela cuma untuk melihat aja bukan untuk masuk dan keluar. Kebenaran yang rapuh tadi adalah pengakuan "aku" yang ternyata berharap pintunya akan terbuka.
Kata "still" di sini jelas banget ngasih tau kalau "aku" ini udah lama merasakan ini, sampai sekarang pun dia MASIH berharap pintunya terbuka, karena jendelanya pernah terbuka satu kali. Di sini, aku nangkepnya si "aku" pernah merasakan kesenangan saat jendelanya terbuka satu kali karena mereka (with you and me). Tapi, di sini "aku" masih nggak puas hanya jendela, dia masih berharap sesuatu yang lebih besar atau sesuatu yang bener2 bisa dimasuki (alias pintu) terbuka.
Yang bermakna ambigu dan sulit banget dimaknai menurut aku bagian "My forever's falling down". Forevernya disini terkait untuk apa atau siapa?
Terakhir dari verse ini, "Wondering if you'd want me now". Kalo dilanjutin dari kalimat sebelumnya, yang wondering di sini adalah "my forever" si "aku". Kalau dicoba artiin secara gamblang: "selamanya"ku bertanya-tanya apakah kamu menginginkan aku sekarang.
Nah, dari gabungan 2 kalimat ini, di sini aku coba pakai anggapan kata "selamanya" sebagai suatu harapan. Ya.. kayak sebenernya nggak ada kata "selamanya" kan di dunia ini. Semuanya sifatnya sementara. Kata "selamanya" sebenernya digunakan sebagai sebuah harapan yang superrrrr muluk-muluk, ibaratnya pengharapan tertinggi dari suatu harapan, yang sebenernya secara realistis sih nggak akan mungkin ada kan.
Si aku akan punya kata "selamanya" untuk hidupnya kalau si kamu menginginkan si aku. Mungkin bisa diartiin kasarnya: hidup aku nggak akan punya sebuah pengharapan kalau aku nggak bersama kamu.
How could I know
One day I'd wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
We were ships in the night
One day I'd wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
We were ships in the night
Night, night
Jadi, kita tadi udah tau kan si "aku" ini intinya lagi berpikir dengan intens sebelum tidur, masih berharap ada pintu yang terbuka, dan bertanya apakah si "kamu" menginginkan "aku" sekarang.
Yok lanjut mari artiin secara kasar lagi:
Bagaimana aku bisa tahu
Suatu hari aku akan bangun merasa lebih
Tapi aku sudah mencapai tepi pantai
Sepertinya kita adalah kapal saat malam hari
Nah nah nah, disinilah makna sebenernya dari lagu ini. Dari judulnya Sweet Night, di sinilah dijelasin kenapa malamnya indah.
Di sini "aku" bertanya ke dirinya sendiri: siapa yang bisa tau kalo suatu hari aku bisa bangun dengan perasaan lebih?
"Aku" udah ngerasa lebih ke orang yang dia harap bisa menginginkan dia tadi (di verse 1). Dalam penafsiran aku, sejenis kita yang ketawa sendiri ketika lagi mikir di atas tempat tidur dan ngomong "siapa yang tau gue bisa merasa lebih sama dia" karena kita udah terlanjur merasakan lebih ke seseorang tanpa kita sadarin.
Dilanjutin dengan "TAPI aku sudah sampai ke tepi pantai". Kata "tapi" menyatakan hal yang kontradiktif. Jadi, karena kita udah tau "merasa lebih" itu kan sesuatu yang baik ya, berarti "sampai di tepi pantai" itu adalah hal yang menurut si "aku" nggak dia inginkan. Kenapaa?
Karenaa "ships in the night" diartikan sebagai kapal yang saling berpapasan di tengah laut. Kapal yang berpapasan di laut berarti yaa cuma sekadar lewat. Ada dua kapal, ketemu, saling nyalain lampu, berpapasan singkat, dan lewat gitu aja. Jadi diartikan sebagai dua orang dengan pertemuan singkat tapi dengan perasaan yang dalam (intens), namun berujung salah satu (atau keduanya) akhirnya berlabuh di suatu tempat. Jadi, pelabuhan kapal di tepi pantai berarti pertemuan singkat di laut itu sudah selesai, dan entah kapan lagi kedua kapal itu bisa berpapasan di laut. Jelas ini hal yang nggak diinginkan si "aku". Si "aku" pasti ingin perasaan singkat yang intens itu terus tetap ada, dan nggak ingin cepat-cepat berpisah dan sampai di tepi pantai.
I'm wondering are you my best friend
Feels like a river's rushing through my mind
I wanna ask you if this is all just in my head
My heart is pounding tonight I wonder
If you are too good to be true
And would it be alright if I
Feels like a river's rushing through my mind
I wanna ask you if this is all just in my head
My heart is pounding tonight I wonder
If you are too good to be true
And would it be alright if I
Pulled you closer
Lanzutt, kali ini sih lebih ga ambigu ya menurut aku:
Aku bertanya-tanya apakah kamu sahabatku?
Terasa seperti sungai yang mengalir deras di pikiranku
Aku ingin bertanya padamu apakah ini hanya dalam kepalaku
Hatiku berdegup malam ini, aku bertanya-tanya
apakah kamu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan?
Dan apakah akan tidak apa-apa jika aku
menarikmu lebih dekat?
Di verse inilah baru dijelasin apa yang terjadi sama si "aku".
"I'm wondering. Are you my best friend? Feels like a river's rushing through my mind. I wanna ask you if this is all just in my head." Ini cukup jelas ya menurutku, si "aku" bertanya-tanya: apakah benar kamu sahabatku? Pikirannya kalut dengan pertanyaan itu. Si "aku" mau memastikan jawaban pertanyaan itu, karena "aku" takut perasaan itu cuma ada di kepala dia doang, cuma perasaan dia doang.
Berartiiiiii ternyata mereka bersahabat, dan perasaan lebih dari sahabat itu hanya lewat sesaat, dan si "aku" masih ingin perasaan yang awalnya hanya "jendela" menjadi sebuah "pintu" yang terbuka. Mungkin maksudnya perasaan yang hanya bisa dirasakan sedikit itu bener2 jadi sebuah perasaan yang jelas, mereka terbuka saling menyatakan.
"My heart is pounding tonight. I wonder if you are too good to be true" Teruss, "aku" jadi deg-degan malam itu ketika pikirannya sampai ke pertanyaan utamanya: bener ga sih "kamu" ini orang yang menurut "aku" too good to be true. Ini pernyataan hiperbola gituloh sangking bagusnya jadi kayak ga mungkin, terlalu bagus untuk jadi nyata.
"And would it be alright if I pulled you closer" Selain bertanya itu, "aku" juga bertanya apa nggak apa-apa kalau "aku" menarik "kamu" lebih dekat? Jadi maksudnya, "aku" ini merasa nggak pantas atau nggak mungkin si "kamu" ini bisa bersama dia. Mungkin karena dihambat persahabatan tadi makanya "aku" nggak bisa (lebih tepatnya ngerasa nggak pantes) untuk menarik "kamu" lebih dekat, maksudnya untuk jadi lebih dari sahabat.
How could I know
One day I'd wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
We were ships in the night
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
We were ships in the night
Night, night
Oke, ini pengulangan yaa chorusnyaaa.
AKHIRNYA DONEE!!!!!
Overall,
Ini indah banget tapi tragis di saat yang sama sih menurut aku. Sweet Night yang dimaksud di lagu ini adalah ketika kedua kapal bertemu sesaat di tengah laut, indah walaupun singkat. Perasaan yang singkat itu dianggap hanya "jendela" bagi si aku, dan sampai sekarang "aku" masih berharap pintu akan terbuka: mereka bisa jadi lebih dari sahabat.
Lagu ini mengambil alur dari kekalutan pikiran si "aku", di suatu malam sebelum tidur, bertanya-tanya apakah sahabatnya juga merasakan hal yang lebih ke dia dan apakah boleh kalau dia memulai untuk membuat hubungan mereka jadi lebih dekat.
Jujur, INI LAGU RELATE BANGET WOYYYY NANGIS:'((((
Dan aku yakin, lagu ini akan relate banget untuk banyak remaja di luar sana #anjay
Gila yak, tulisan ginian puts a lot of effort tapi gatau kenapa seneng banget bisa bedah lagu gini.
Tunggu edisi bedah lagu lain ya kalo niat~~~ Walaupun gatau juga siapa yg baca blog ini HAHAHA
👍
ReplyDeleteSedih banget kalo denger lagu ini
ReplyDeleteMakasih aku udah paham
ReplyDelete