Bicara Masa Depan
Bicara masa depan, banyak bentuknya.
Hal ini karena semua orang punya gambaran dan impian tersendiri mengenai masa depannya.
Dan disinilah aku, gadis 18 tahun yang sedang berusaha menyusun masa depannya dari berbagai aspek.
Seluruh aspek yang kupikirkan tidak ada yang perlu dipertanyakan, kecuali satu hal.
Jodoh.
Aku tau aku masih terlalu kecil untuk memikirkan ini, awalnya pun hal ini tidak pernah menjadi tanda tanya besar seorang Kiarra. Tapi semakin kesini, semakin lingkungan pertemananku semakin dewasa, semakin dewasa pula Kiarra kecil ini, dan semakin sadar pula bahwa hal seperti ini juga harus masuk ke dalam pertimbangan.
Bukan, bukan mencari siapa orangnya. Tetapi lebih mencari kriteria yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan.
Bedanya apa?
Yang aku inginkan, jelas aku ingin yang ganteng, kaya, cerdas, baik, beragama sempurna, pokoknya bak pangeran berkuda putih.
Namun aku tahu, tidak ada orang yang sempurna. Dan tidak akan semudah itu menemukan orang yang "sempurna" bagi dunia, yang harus aku lakukan adalah mencari orang yang "sempurna" untuk dirimu sendiri. Disinilah makanya dibutuhkan kriteria orang yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan.
Kriteria utama yang benar-benar membuat kamu akan selamanya nyaman bersamanya, baik kelebihan maupun kekurangannya.
Kelebihannya yang dapat menutup kekuranganmu, menyempurnakan dirimu. Dan, kekurangannya yang dapat kamu tutupi dengan kelebihanmu, menyempurnakan dirinya.
Itulah definisi kata "sempurna".
Layaknya potongan puzzle, hanya pola spesifik yang bisa terhubung dengannya. Tidak akan ada potongan lain yang dapat cocok dengan potongan tersebut. Dan orang itulah yang harus kamu temukan.
Seseorang yang hanya cocok untukmu.
Seseorang yang merasa hanya kamu yang cocok untuknya.
Kalau kamu tanya apakah aku punya kriteria tersebut? Jawabannya adalah ya, aku punya. Baik kriteria kelebihan yang aku inginkan, maupun kekurangan yang menurutku bisa aku kendalikan.
Dan kalau kamu tanya apakah aku punya nama orang yang masuk ke kriteria tersebut sekarang? Jawabannya, ada beberapa yang mendekati, yang akhir-akhir ini sedang berperan dalam hidupku.
Kalau kamu tanya apakah aku suka dengannya? Tidak, aku menilai beberapa orang tersebut dengan objektif. Aku tidak punya pikiran untuk menindaklanjuti perasaan ini sekarang. Ya, walaupun aku ada memiliki pikiran bahwa orang ini adalah orang yang tepat untukku, dengan catatan, jika beberapa tahun kemudian kriteriaku masih sama seperti sekarang ini.
Tapi tentu tidak semudah itu, hidup ini dinamis. Diri kita selalu berkembang, pola berpikir kita selalu berubah, pola kebutuhan kita selalu berubah. Bisa jadi saat ini aku butuh orang dengan sifat A karena aku tidak memiliki sifat itu, namun bisa jadi kelak aku tidak butuh lagi orang dengan sifat A karena aku sudah mengembangkan sifat A dalam diriku, lebih baik aku mencari orang dengan sifat B yang dapat melengkapi dan meningkatkan sifat A-ku.
Mengerti?
Sepertinya agak susah dipahami ya, namun aku harap kalian mengerti.
Tapi, lagi-lagi namanya perasaan, tidak ada yang tahu, ya.
Sematang apapun kamu memikirkan kriteria, sepertinya jika muncul orang yang tidak disangka dan kamu nyaman dengannya, ya akan jadi nyaman saja.
Tetapi, sebenarnya kriteria ini dapat menjadi acuan untuk kembali berpikir logis ketika perasaan sudah cenderung mendominasi. Ini salah satu penyelamatan diri dari orang yang mungkin dapat menyakiti dirimu akibat ketidakcocokan yang terjadi.
Doakan aku bisa menjaga hati ini hingga masa itu tiba ya, teman-teman.
Diluar masalah agama, aku memang tidak ingin terbawa perasaan sejenis itu sebelum saatnya tiba, karena aku tau itu akan menyakiti diriku. Aku sayang diriku sendiri, aku tidak ingin sakit hanya karena masalah seperti itu:)
Comments
Post a Comment